SEKOLAH DEMOKRASI
Menuju Demokrasi Subtansial
Terdapat tiga titik tolak pengertian demokrasi untuk konteks pelaksanaan program ini. Pertama, demokrasi dipahami sebagai nilai universal yang patut/layak dipertahankan, sebab nilai-nilai universal demokrasi sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang difahami manusia manapun mereka berada. Misalnya; kebebasan, keadilan keadilan, persamaan didepan hukum, dan hak menentukan diri sendiri.
Kedua, demokrasi difahami dalam hubungannya dengan instrument-instrument yang dibutuhkan dalam proses demokratisasi, baik instrument untuk sosialisasi pengetahuan tentang demokrasi, atau instrument untuk mendorong internalisasi demokrasi dalam proses social-politik-ekonomi-budaya, maupun instrument untuk menjalankan demokrasi dalam praktek seperti administrasi, manajemen dan keuangan, serta instrument untuk evaluasi dan pengukuran terhadap maju-mundurnya proses demokratisasi.
Ketiga, demokrasi difahami sebagai kontekstualisasi nilai-nilai universal dalam konteks kebudayaan dan konteks sejarah yang spesifik dari setiap Negara manapun dari setiap daerah. Dan salah satu konteks yang akan menjadi perhatian program sekolah demokrasi adalah interaksi antar empat pranata utama demokrasi, yakni lembaga politik, para politisi, komunitas bisnis, dan rakyat (civil society).
Ringkasnya, sekolah demokrasi diharapkan menjadi forum pendidikan dan pelatihan bagi orang-orang muda yang strategis dan mempunyai komitmen politik untuk berperan aktif dalam memajukan demokrasi, khususnya diwilayah dimana mereka berada.




Pengunjung hari ini : 33
Total pengunjung : 39936
Pengunjung Online: 0