Beranda » News Letter » Kareba Mandat Edisi Pertama
Ketika Soekarno diberi pilihan antara memilih Agama, Nasionalis, dan Komunis, ia tidak memilih
Ksalah satunya, akan tetapi memilih ketiganya. Dan lahirlah dengan apa yang dinamakannya dengan sebutan “NASAKOM”, akronim dari Nasionalisme, Agama dan Komunis. Apakah motif dari
penggabungan dari ketiga ideologi tersebut. Ada banyak anggapan yang bisa kita pakai dalam
menelaahnya. Pertama, Background pemikiran Soekarno ada pada ketiga ideologi tersebut. Ia belajar dari eorang cerdik cendekia bernama Hos Cokrominoto, dan Soekarno seangkatan dengan Semaun dan artosuwiryo di dalam berguru kepada Cokrominoto. Dan sebagaimana diketahui, Semaun ikut andil alam pembentukan partai komunis indonesia (PKI) dan Kartosuwiryo kemudian membentuk Darul Islam ndonesia (DII). Yang mana antara Semaun dan Kartosuwiryo meletakkan pemahamannya pada wialyah ang fundamentalis. Semaun beraliran Marxis yang ortodoks yakni hanya menggunakan determinisme istoris dalam gerakan PKI. Dan Kartosuwiryo juga terjebak pada pahaman keislaman yang dangkal yakni ergerak dengan mengkampanyekan negara Islam buat Indonesia.
Isi Komentar :
Jumat, 10 Desember 2010 - 00:14:59 WITA
Kareba Mandat Edisi Pertama
Posted : Mardin
Dibaca: 2 kali
Dibaca: 2 kali
“Intelektual Miring”
dalam Lintasan Sejarah Perkembangan
Demokrasi di Indonesia
dalam Lintasan Sejarah Perkembangan
Demokrasi di Indonesia
Oleh ,
F. Daus AR
Peserta Sekolah Demokrasi Pangkep 2010
F. Daus AR
Peserta Sekolah Demokrasi Pangkep 2010
Ketika Soekarno diberi pilihan antara memilih Agama, Nasionalis, dan Komunis, ia tidak memilih
Ksalah satunya, akan tetapi memilih ketiganya. Dan lahirlah dengan apa yang dinamakannya dengan sebutan “NASAKOM”, akronim dari Nasionalisme, Agama dan Komunis. Apakah motif dari
penggabungan dari ketiga ideologi tersebut. Ada banyak anggapan yang bisa kita pakai dalam
menelaahnya. Pertama, Background pemikiran Soekarno ada pada ketiga ideologi tersebut. Ia belajar dari eorang cerdik cendekia bernama Hos Cokrominoto, dan Soekarno seangkatan dengan Semaun dan artosuwiryo di dalam berguru kepada Cokrominoto. Dan sebagaimana diketahui, Semaun ikut andil alam pembentukan partai komunis indonesia (PKI) dan Kartosuwiryo kemudian membentuk Darul Islam ndonesia (DII). Yang mana antara Semaun dan Kartosuwiryo meletakkan pemahamannya pada wialyah ang fundamentalis. Semaun beraliran Marxis yang ortodoks yakni hanya menggunakan determinisme istoris dalam gerakan PKI. Dan Kartosuwiryo juga terjebak pada pahaman keislaman yang dangkal yakni ergerak dengan mengkampanyekan negara Islam buat Indonesia.
0 Komentar :
Isi Komentar :




Pengunjung hari ini : 33
Total pengunjung : 39936
Pengunjung Online: 0