Diskusi Tematik; Revitalisasi Posisi dan Peran Civil Society dalam Pengembangan Demokrasi di Pangkep
Dibaca: 2 kali
Hal tersebut menguak dalam Diskusi Demokrasi Tematik yang digelar hari kamis, 25/08, di Masagena Cafe, Pangkep. Kegiatan ini adalah sebagai rangkaian kegiatan out class sekolah demokrasi pangkep angkatan kedua.
Diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut menghadirkan dua narasumber Alwi Rahman, Dosen Unhas dan Idham Arsyad, Sekjen KPA. Dan dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai kalangan.
Banyak faktor kenapa wacana civil society menarik untuk dibincangkan. Mengingat tidak sedikit lembaga-lembaga civil society dan mereka yang selama ini kritis terhadap ketidak adilan dan masalah-masalah yang muncul di Pangkep, namun terkesan perjuangan tersebut hanya selesai di kritik, tidak ada usaha riel yang dilakukan untuk mengcaunter atau mensiasati permasalahan yang ada.
Hal tersebut menjadi kritikan hangat dari Idham. Dalam menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, Idham mengatakan, omong kosong kita bicara perkembangan demokrasi, kalau kita tidak memberikan pendidikan kritis pada masyarakat ditingkat bawah, kelas petani, kelas buruh dan kelas-kelas lain yang yang terpinggirkan di Pangkep.
Senada dengan Idham, Alwi juga mengatakan bahwa ada dua dosa sosial yang ada pada kita hari ini. Politik tanpa nilai/moral dan pendidikan tanpa karakter. Karena politik tanpa nilai hanya akan menghadirkan barbar baru. Dan pendidikan tanpa karakter hanya akan menghasilkan manusia-manusia yang tidak tentu arah.
Menjelang adzan maghrib, diskusipun di tutup dengan beberapa kesimpulan dari Pahir Halim salah seorang fasilitator tetap sekolah demokrasi pangkep, yang dalam kesempatan ini menjadi moderator diskusi. Jib
0 Komentar :
Isi Komentar :




Pengunjung hari ini : 33
Total pengunjung : 39936
Pengunjung Online: 0