Beranda » Out Class » Diskusi Tematik; Revitalisasi Posisi dan Peran Civil Society dalam Pengembangan Demokrasi di Pangkep
Sabtu, 27 Agustus 2011 - 04:46:10 WITA

Diskusi Tematik; Revitalisasi Posisi dan Peran Civil Society dalam Pengembangan Demokrasi di Pangkep

Posted : saiful mujib
Dibaca: 2 kali

Posisi dan peran Civil Society di pertanyakan. Khususnya mereka yang selama ini berkoar-koar akan kebijakan dan langkah pemegang kekuasaan di Pangkep hari ini. Selain sebagai fungsi kontrol banyak lembaga civil society yang kehilangan basis. Benar apa yang mereka suarakan adalah keadilan, benar apa yang mereka suarakan adalah ketidak adilan, namun sebagian dari mereka justru tercerabut dari basis, tercerabut dari rakyat, tidak diimbangi dengan pendidikan masyarakat di tingkat bawah.

Hal tersebut menguak dalam Diskusi Demokrasi Tematik yang digelar hari kamis, 25/08, di Masagena Cafe, Pangkep. Kegiatan ini adalah sebagai rangkaian kegiatan out class sekolah demokrasi pangkep angkatan kedua.

Diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut menghadirkan dua narasumber Alwi Rahman, Dosen Unhas dan Idham Arsyad, Sekjen KPA. Dan dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai kalangan.

Banyak faktor kenapa wacana civil society menarik untuk dibincangkan. Mengingat tidak sedikit lembaga-lembaga civil society dan mereka yang selama ini kritis terhadap ketidak adilan dan masalah-masalah yang muncul di Pangkep, namun terkesan perjuangan tersebut hanya selesai di kritik, tidak ada usaha riel yang dilakukan untuk mengcaunter atau mensiasati permasalahan yang ada.

Hal tersebut menjadi kritikan hangat dari Idham. Dalam menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, Idham mengatakan, omong kosong kita bicara perkembangan demokrasi, kalau kita tidak memberikan pendidikan kritis pada masyarakat ditingkat bawah, kelas petani, kelas buruh dan kelas-kelas lain yang yang terpinggirkan di Pangkep.

Senada dengan Idham, Alwi juga mengatakan bahwa ada dua dosa sosial yang ada pada kita hari ini. Politik tanpa nilai/moral dan pendidikan tanpa karakter. Karena politik tanpa nilai hanya akan menghadirkan barbar baru. Dan pendidikan tanpa karakter hanya akan menghasilkan manusia-manusia yang tidak tentu arah.

Menjelang adzan maghrib, diskusipun di tutup dengan beberapa kesimpulan dari Pahir Halim salah seorang fasilitator tetap sekolah demokrasi pangkep, yang dalam kesempatan ini menjadi moderator diskusi. Jib


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)