Beranda » Out Class » Dialog Desa II
Senin, 25 Juli 2011 - 17:50:49 WITA

Dialog Desa II

Posted : saiful mujib
Dibaca: 2 kali

Desa Mattiro Kanja, Kec. Liukang Tupabbiring Utara, Pulau Sabutung, Pangkep

Sabtu, 23 Juli 2011, Peserta Sekolah Demokrasi Pangkep Angk. II kembali melakukan kunjungan desa, dalam rangka dialog dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Kali ini peserta berkunjung di Desa Mattiro Kanja, Kec. Liukang Tupabbiring Utara, tepatnya di Pulau Sabutung.

Pulau yang menjadi persemayaman terakhir Puang A Walli, seorang ulama besar yang  mendakwahkan Islam di beberapa tempat di Pangkep terutama di Pulau Salemo. Bahkan salah satu putra Puang A Walli, KH. Abd. Rasyid mendirikan pesantren besar di pulau salemo, bahkan sebelum ada pesantren Mangkoso dan pesantren As’adiyah di Sengkang. Walaupun pesantren Salemo kini hanya menyisakan sejarah, karena di bombardir oleh sekutu waktu zaman Jepang.

Berangkat dari Dermaga Maccini Baji, Labakkang, peserta diangkut dengan menggunakan perahu kapal yang cukup untuk menampung 100 orang. Tiba di Pulau Sabutung sekitar pukul 10.00 Wita. Peserta langsng menuju aula pertemuan.

Dialogpun dilaksanakan dengan nuansa kekeluargaan, beberapa dari aparat pemerintah desa minus Kepala Desa, yang tidak bisa hadir di tempat karena harus menjadi saksi dalam kasus ADD di Makassar, banyak memberikan input dan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta.

Puang Haji Ismail salah seorang tokoh masyarakat setempat, mempresentasikan sejarah Islam sehingga Puang A Walli beristirahat di pulau tersebut. Menggunakan bahasa setempat, Haji Ismail banyak memberikan masukan terkait dengan sejarah Islam dan Kebudayaan yang pernah ada di pulau Sabutung.

Tak sedikit warga setempat yang kemudian turut serta memberikan informasi dan masukan. Bukan hanya soal sejarah Islam dan kebudayaan masyarakat setempat, namun juga terkait dengan pelayanan publik di Pulau Sabutung.

Namun, beberapa diantara peserta bingung dengan sikap Sekdes yang terkesan tidak transparan. Karena dari beberapa pertanyaan yang diajukan peserta, Sekdes hanya memberikan gambaran, baik dan baik. Namun beberapa warga yang lain justru mengungkapkan fakta tentang masalah yang cukup kompleks dihadapi warga di Sabutung. Termasuk bantuan-bantuan dari berbagai unsur seperti Cormape, ADD, dst.

Selesai dialog, peserta dipersilahkan menambah informasi dengan mencari informasi pada warga dengan datang ke rumah-rumah warga. Menjelang pukul 13.30 Wita, peserta sudah berkumpul kembali di dermaga Pulau Sabutung untuk melakukan perjalanan kembali ke rumah mereka masing-masing. Jib


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)