Beranda » Out Class » Dialog Publik II
Senin, 25 Juli 2011 - 17:17:37 WITA

Dialog Publik II

Posted : saiful mujib
Dibaca: 2 kali

Refleksi Jelang Satu Tahun Pemerintahan SAHABAT

Wakil Bupati Pangkep, Drs. Abd. Rahman Assegaf menjadi salah satu narasumber dalam dialog publik yang diselenggarakan LAPAR, sebagai rangkaian Sekolah Demokrasi Pangkep Angkatan Kedua. Tepatnya hari kamis 21 Juli 2011.

Bertempat di gedung Dharma Wanita Kab. Pangkep, dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakhir menjelang pukul 14.00 Wita. Dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta dialog dari berbagai unsur, Pemerintah, Parpol, Pengusaha dan juga civil Society.

Dialog sendiri berlangsung sangat alot, dari beberapa penanggap menyampaikan kekecewaannya dengan pemerintahan sekarang. Terkait dengan kinerja yang dilakukan pemerintah sangat jauh dari kontrak politik yang telah disepakati bersama dengan masyarakat saat SAHABAT maju dalam pilkada sekitar satu tahun yang lalu.

Begitu juga dengan visi misi pemerintahan SAHABAT, yaitu untuk menjadikan Pangkep unggul dalam produksi pertanian, perikanan dan perkebunan, namun apa yang dilakukan dan menjadi fokus pemerintahan SHABAT hingga hari ini justru jauh dari mewujudkan visi tersebut.

H. Nur Ahmad yang sejak awal kritis terhadap pemerintahan yang ada bahkan meminta SAHABAT  untuk mundur dari jabatannya. Karena kontrak politik tinggal kontrak politik, bahkan satupun tidak ada yang terealisasi, tegas Amar.

Murad Simon, salah seorang peserta dialog juga mengkritisi SAHABAT, namun dalam pernyataannya Murad juga memberikan semangat pada pemerintahan yang ada untuk tetap fokus dalam mengembangkan Pangkep.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Armin Arsyad, salah satu narasumber dialog. Bahwa jangan hentikan pemerintahan di tengah jalan, karena menurut teori yang ada, bisa jadi yang menggantikannya akan lebih otoriter dibanding yang telah ada, begitu seterusnya, apabila pengganti di ganti lagi ditengah jalan maka yang menggantikannya jauh akan lebih otoriter dibanding yang telah ada.

Salah satu narasumber lagi adalah Angreani Amir, sekretaris komisi Tiga DPRD Kab. Pangkep. Anggi mengungkapkan berbagai fakta terkait dengan pemerintahan hari ini. Dimulai dengan data-data anggaran yang tidak relevan, dan disana-sini terdapat ketimpangan. Bagaimana tidak, anggaran untuk pertanian hanya berkisar 0,89%, sedangkan visi Pangkep terkait dengan pengembangan pertanian. Sedangkan anggaran belanja pegawai membengkak hingga 61.3%.

Dalam menanggapi beberapa pernyataan terkait dengan pemerintahannya, Wakil Bupati mengatakan, bahwa tidak mudah memperbaiki Pangkep, namun dirinya akan terus melakukan perbaikan demi Pangkep yang lebih baik. Tegasnya. Jib


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)