Workshop Perumusan Kurikulum Sumber Daya Alam Sekolah Demokrasi Pangkep Angkatan II 2011
Dibaca: 2 kali
Banyaknya perusahaan tambang juga tidak mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Justru sumber daya alam yang dieksploitasi perusahaan-perusahaan tambang itu semakin memiskinkan masyarakat. Belum lagi bencana kerap menjadi ancaman buat mereka. Bukan tidak mungkin masyarakat Pangkep di masa yang akan datang akan kesulitan mencari air bersih karena banyak kawasan karst yang menyimpan sumber air justru menjadi lokasi penambangan, baik oleh PT. Semen Tonasa atau perusahaan tambang marmer, batu putih atau penambang besi.
Oleh karena itu, tegas Abdul Karim, sangat penting memberikan pembelajaran Demokrasi dan Sumber Daya Alam pada peserta sekolah demokrasi Pangkep. Apalagi kurikulum ini telah didesain agar peserta mampu memahami konsep pengelolaan sumber daya alam yang demokratis, sekaligus mampu menerapkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Workhsop ini berakhir hari Jum’at 25 Februari 2011 sekitar jam 15.00 Sore. Dengan fasilitator M. Nawir yang juga fasilitator tetap Sekolah Demokrasi Pangkep (SDP) II.
Selain dihadiri oleh Lima fasilitator tetap Sekolah Demokrasi Pangkep angkatan ke Dua, workshop ini juga diikuti oleh kurang lebih 35 peserta dari beberapa unsur. Beberapa di antaranya adalah alumni SDP Angkatan Pertama. Satu anggota DPRD Kab. Pangkep, satu utusan peserta dari Dinas Pertambangan Kab. Pangkep, selebihnya aktivis dan akademisi dari Makassar dan KKDJ (Komite Komunitas Demokrasi Jeneponto). Sebagai panelis dihadirkan akademisi dari Unhas, Prof. Laode Asrul, ada juga Aktivis NGO dari Pangkep, Hasanuddin Kuna dan salah satu narasumber lainnya adalah utusan Pemda Pangkep, Darmadi
Oleh : Saiful Mujib, M. Aris Akin
0 Komentar :
Isi Komentar :




Pengunjung hari ini : 33
Total pengunjung : 39936
Pengunjung Online: 5